DIA MENDENGAR DOAKU

Mazmur 116:1-2, 12-19


Seorang anak kecil jatuh dari sepeda dan terluka. Ia menangis sejadi-jadinya. Di tengah tangis itu, ia tidak memanggil sembarang orang, tetapi memanggil ibunya. Ia percaya ibunya pasti datang, menolong, dan menghiburnya. Demikian pula, dalam penderitaan, orang percaya berseru kepada Allah sebagai Pribadi yang mengenal, mendengar, dan menolong seperti yang dilakukan pemazmur.

Mazmur 116 adalah bagian dari kelompok Hallel yang dinyanyikan pada hari raya Paskah Yahudi. Pemazmur bersyukur karena TUHAN telah mendengarkan seruannya di saat kesesakan. Pemazmur mengisahkan pengalaman pribadinya yang telah mengalami kasih dan pertolongan TUHAN. Katanya, “Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku.” Kesaksian pemazmur ini menegaskan bahwa TUHAN bukan hanya mendengar doa tetapi Ia menggerakkan kasih-Nya untuk menjawab dengan pertolongan nyata. Karena itu kita perlu mengucap syukur kepada-Nya bukan hanya dengan perkataan, tetapi dengan hidup yang memuliakan Dia.

Kala kesulitan dan persoalan hidup menghimpit, mungkin kita merasa doa kita tak didengar Tuhan. Mazmur ini mengingatkan bahwa sesungguhnya Tuhan mendengar dan peduli. Oleh karenanya kita dipanggil untuk tidak hanya mencari Tuhan saat susah lalu melupakan-Nya saat lega. Mazmur ini mengundang kita untuk membangun relasi yang dalam dengan Tuhan. Bukan relasi transaksional melainkan relasi kasih dan kesetiaan. (Wasiat)

DOA: Terima kasih Tuhan, karena Engkau mendengar kami. Tolong kami hidup setia kepada-Mu. Amin.

Share this Post